Drop-shipping atau Print-on-Demand? Uji Coba Mini Tunjukkan Mana yang Lebih Cepat Untung

Di era digital, banyak orang mencari model bisnis yang bisa dijalankan tanpa modal besar. Dua opsi populer adalah drop-shipping dan print-on-demand.
Alasan Model Dropshipping Atau POD Banyak Diminati Untuk Perdagangan
Skema dropship serta print-on-demand naik daun karena risiko yang cukup rendah. Pelaku bisnis bukan harus menyimpan barang sendiri.
Perbandingan Penting Pada Drop-shipping Dan Cetak Pesanan
1. Model Produk
Dropship mengandalkan terhadap supplier yang akan menyediakan produk langsung pembeli. Print-on-demand membuat barang custom sesuai pesanan user.
2. Tempo Delivery
Skema dropship umumnya lebih cepat karena penyedia sudah stok tersedia. Cetak pesanan membutuhkan durasi ekstra bagi membuat lalu dikirim.
3. Margin Bisnis
Drop-shipping biasanya menawarkan profit kecil. POD menawarkan kesempatan margin lebih tinggi karena item unik diposisikan lebih premium.
Hasil Tes Singkat Dropship Vs POD
Dalam uji coba mini, model dropship memang lebih singkat menghasilkan order cepat. Namun, cetak pesanan menawarkan profit lebih tinggi meski memerlukan waktu pembuatan ekstra.
Saat Apa Memilih Model Dropship Versus Print-on-Demand
Pilih model dropship jika target dasar yakni instan mendapat order. Pilih POD ketika tujuan adalah menciptakan bisnis unik melalui margin lebih besar.
Kesimpulan
Skema dropship dan cetak sesuai pesanan sama-sama memiliki kelebihan juga tantangan. Hasil tes kecil menggambarkan jika model dropship lebih cepat menghasilkan transaksi, sedangkan cetak pesanan lebih kuat bagi memberikan keuntungan. Kini waktunya pemilik brand memutuskan strategi mana yang lebih tepat bagi brand yang dijalankan.




