Sopir Angkutan Ditemukan Meninggal di Terminal Meulaboh, Polisi Lakukan Olah TKP

Warga di sekitar Terminal Bus Meulaboh, yang terletak di Gampong Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, dihebohkan dengan penemuan mayat seorang pria pada Minggu pagi, 12 April 2026. Kejadian ini menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat setempat dan menarik perhatian pihak kepolisian untuk segera melakukan investigasi.
Identifikasi Korban
Korban yang ditemukan adalah Jafar Yatim, seorang pria berusia 51 tahun, yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir angkutan dan juga sebagai buruh harian lepas. Jafar diketahui sebagai warga Gampong Ujung Padang Asahan, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan. Kehadirannya di Terminal Meulaboh pada hari itu ternyata menjadi akhir dari sebuah rutinitas kerja yang biasa ia jalani.
Respon Pihak Kepolisian
Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui perwakilannya, IPDA Joko Suhardi, segera menanggapi laporan yang diterima dari masyarakat. Tim kepolisian langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memastikan keamanan di sekitar area tersebut.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan dari saksi, Saprudin, yang merupakan pemilik kendaraan angkutan yang dikemudikan oleh korban, pada Sabtu, 11 April 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, Jafar diminta untuk mengisi bahan bakar di SPBU Manekro. Setelah melakukan pengisian, korban terlihat berada di sekitar terminal, bahkan sempat duduk sendirian di loket Nusantara.
Namun, setelah menunggu hingga Minggu pagi, kehadiran Jafar tak kunjung terlihat, sehingga Saprudin merasa perlu untuk melakukan pencarian di area sekitar terminal. Sekitar pukul 05.30 WIB, ia menemukan sosok pria tergeletak di lantai dekat loket Simpati Star.
Pemeriksaan Awal
Setelah menemukan korban, Saprudin segera meminta bantuan Helmizal, seorang pria berusia 59 tahun, untuk memeriksa kondisi Jafar. Saat diperiksa, Jafar ditemukan dalam posisi telungkup, dan setelah dibalik, terlihat adanya darah yang mengalir dari hidungnya. Menyadari situasi yang kritis, saksi segera memanggil ambulans dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Langkah-langkah Penanganan
Menindaklanjuti laporan dari masyarakat, anggota Polres Aceh Barat segera mengambil tindakan dengan mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Mereka berupaya untuk mengamankan situasi dan mengumpulkan informasi yang relevan mengenai peristiwa ini.
Setelah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian, pada pukul 08.00 WIB, jenazah Jafar diangkut menggunakan ambulans menuju RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh. Proses ini dilakukan dengan didampingi oleh anggota keluarga untuk melakukan visum dan pemeriksaan lebih lanjut.
Pernyataan Keluarga
Pihak keluarga, melalui Benny, saudara kandung dari korban, menyatakan bahwa mereka menerima dan mengikhlaskan kepergian almarhum. Mereka juga memberikan persetujuan untuk dilakukannya pemeriksaan visum sebagai bagian dari proses penanganan yang diperlukan.
Proses Pemakaman
Setelah pemeriksaan medis selesai, jenazah Jafar kemudian dibawa pulang ke kampung halamannya di Gampong Ujung Padang Asahan, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, untuk dimakamkan. Masyarakat setempat turut berduka cita atas kehilangan ini, dan peristiwa ini menjadi perbincangan hangat di kalangan warga sekitar.
Kronologi dan Fakta Penting
- Jafar Yatim, 51 tahun, adalah sopir angkutan dari Gampong Ujung Padang Asahan.
- Korban ditemukan di Terminal Bus Meulaboh pada 12 April 2026.
- Pemeriksaan awal menunjukkan adanya tanda-tanda pendarahan dari hidung korban.
- Pihak kepolisian segera melakukan olah TKP setelah menerima laporan.
- Jenazah dibawa ke RSUD Cut Nyak Dhien untuk proses visum sebelum dimakamkan.
Peristiwa tragis ini menunjukkan betapa cepatnya hidup dapat berakhir. Kematian Jafar Yatim meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan juga bagi masyarakat yang mengenalnya. Kejadian ini juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan perhatian terhadap keselamatan, baik dalam berkendara maupun di lingkungan sekitar.
Kami berharap pihak kepolisian dapat segera menyelidiki lebih dalam mengenai penyebab kematian Jafar. Penanganan yang cepat dan transparan akan memberikan kejelasan bagi keluarga dan masyarakat yang masih diliputi rasa penasaran dan duka. Semoga kepergian Jafar menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih menghargai setiap momen dalam hidup.