Ribuan Jemaah Memenuhi Haul Tuan Guru Syeikh KH Ali Mas’ud Al Banjari di Kampung Matfa Langkat

Pada tanggal 3 Juni 2026, Kampung Darussalam Matfa, tepatnya di RT 03 Dusun III Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, menjadi saksi perayaan Haul Akbar ke-15 Tuan Guru Syeikh KH Ali Mas’ud Al Banjari. Acara ini dihadiri oleh ribuan jemaah yang datang dari berbagai penjuru wilayah di Sumatra, menciptakan suasana yang penuh semangat dan kekeluargaan.
Makna dan Tema Haul Tuan Guru Syeikh KH Ali Mas’ud Al Banjari
Haul Tuan Guru ini mengangkat tema yang menyentuh, yaitu “Menjalin Silaturahmi Untuk Menguatkan Rasa Persatuan, Persaudaraan Serta Kasih Sayang Kepada Seluruh Ummat.” Tema ini menjadi fondasi penting dalam acara yang berlangsung dengan meriah dan khidmat, menciptakan atmosfer yang hangat dan penuh rasa persaudaraan.
Acara ini bukan hanya sekedar peringatan, namun juga momen refleksi untuk mengenang perjuangan Tuan Guru Syeikh KH Ali Mas’ud Al Banjari dalam menyebarkan ajaran ilmu tauhid. Ini adalah saat yang tepat untuk mengingat kembali nilai-nilai yang beliau tanamkan selama hidupnya.
Pentingnya Silaturahmi dalam Acara Haul
Tuwan Imam, sebagai penerus ajaran Tuan Guru Syeikh KH Ali Mas’ud Al Banjari, menekankan pentingnya acara haul sebagai sarana untuk mempererat silaturahmi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan, “Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menjalin silaturahmi dan menguatkan persatuan di antara kita.”
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada semua tamu undangan yang hadir dari beragam latar belakang, baik daerah, kalangan, maupun agama. Hal ini menunjukkan bahwa acara ini bersifat inklusif dan mengajak semua orang untuk bersatu dalam semangat kebersamaan.
Pesan dari Tuwan Imam
Dalam sambutannya, Tuwan Imam menyampaikan harapan agar pertemuan ini dapat memperkuat tali persaudaraan dan kasih sayang. “Semoga ilmu yang telah kita peroleh di sini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya.
Pesan ini menggarisbawahi pentingnya tidak hanya berkumpul, tetapi juga mengambil hikmah dari setiap kegiatan yang dilakukan. Dengan demikian, acara haul ini bukan hanya tentang mengenang, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas hidup melalui ilmu dan kebersamaan.
Partisipasi Beragam Kalangan
Kegiatan haul ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dan pemimpin organisasi. Di antara yang hadir adalah Ketua PKK Kabupaten Langkat, Hj Endang Kurniasih Syah Afandin, serta perwakilan dari Yonif 8 Marinir Pangkalanbrandan dan Yonif TP 907 Dewa Shahdan. Juga turut hadir Ketua KAHMI Sumut H. Rusdi Lubis, Pimpinan MTTQ Aby Jumar Ali, dan jemaah lainnya.
Acara ini juga diwarnai partisipasi dari Ketua Muslimat NU Kota Medan, Hj Tapi Rumondang, serta perwakilan dari Lions Club Internasional District 307 A2 Indonesia dan Ketua Pemuda Muslimin Indonesia-Sumut. Kehadiran mereka menambah semarak acara dan menunjukkan dukungan yang kuat terhadap kegiatan ini.
Peran Media dan Komunitas dalam Acara
Komunitas jurnalis juga berperan aktif dalam acara ini, dengan kehadiran perwakilan dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan dan Komunitas Jurnalis Anak Medan. Ini menunjukkan bahwa acara haul ini tidak hanya penting bagi masyarakat setempat tetapi juga mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk media.
- Ketua PKK Kabupaten Langkat, Hj Endang Kurniasih Syah Afandin
- Perwakilan Yonif 8 Marinir Pangkalanbrandan
- Pimpinan MTTQ Aby Jumar Ali
- Ketua Muslimat NU Kota Medan, Hj Tapi Rumondang
- Ketua Pemuda Muslimin Indonesia-Sumut
Acara Penutup yang Hangat
Acara Haul Tuan Guru Syeikh KH Ali Mas’ud Al Banjari ditutup dengan makan bersama yang melibatkan seluruh tamu undangan serta ribuan masyarakat yang hadir. Ini adalah simbol dari kebersamaan dan keharmonisan yang diharapkan terus terjalin di antara semua lapisan masyarakat.
Melalui momen ini, diharapkan semua yang hadir dapat merasakan kehangatan dan persatuan, serta membawa pulang semangat untuk terus menjalankan ajaran dan nilai-nilai yang diwariskan oleh Tuan Guru. Kegiatan ini bukan hanya menjadi sebuah peringatan, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya menjaga silaturahmi dan persatuan di tengah perbedaan.
Menghadapi Tantangan Zaman
Di era modern ini, tantangan yang dihadapi oleh masyarakat semakin beragam. Oleh karena itu, kegiatan seperti haul ini sangat penting sebagai wadah untuk memperkuat ikatan sosial dan spiritual. Dengan mengingat ajaran para ulama dan pemimpin spiritual, kita dapat menemukan pedoman yang relevan untuk mengatasi masalah-masalah yang ada.
Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk lebih mengenal satu sama lain, menghargai perbedaan, dan bersama-sama membangun komunitas yang lebih baik. Dalam pandangan Tuwan Imam, menjalin silaturahmi adalah langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang harmonis.
Peran Pendidikan dalam Memperkuat Persatuan
Pendidikan menjadi salah satu kunci untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. Dengan memahami nilai-nilai yang diajarkan oleh Tuan Guru Syeikh KH Ali Mas’ud Al Banjari, kita dapat mewarisi prinsip-prinsip yang mendukung kerukunan antar umat beragama. Pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai universal sangat penting untuk membentuk generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Melalui pendidikan yang baik, kita dapat mencetak individu-individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Hal ini sejalan dengan cita-cita Tuan Guru dalam menyebarkan ajaran ilmu tauhid yang membawa manfaat bagi umat manusia.
Menjaga Warisan Spiritual
Warisan spiritual yang ditinggalkan oleh Tuan Guru Syeikh KH Ali Mas’ud Al Banjari harus dijaga dan dilestarikan. Setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk meneruskan ajaran dan nilai-nilai yang telah diajarkan. Ini bukan hanya tugas individu, tetapi juga tanggung jawab bersama sebagai komunitas.
Melalui acara haul ini, kita diingatkan akan pentingnya menjaga warisan budaya dan spiritual. Setiap jemaah yang hadir diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai-nilai positif kepada lingkungan sekitar.
Peran Aktif Dalam Masyarakat
Partisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan merupakan wujud nyata dari penerapan ajaran Tuan Guru. Dengan terlibat dalam kegiatan-kegiatan bermanfaat, kita dapat berkontribusi untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik dan saling mendukung.
Setiap individu memiliki peran penting dalam membangun persatuan. Dengan mengedepankan dialog dan kerja sama, kita dapat mengatasi perbedaan dan menjalin hubungan yang harmonis.
Dengan semangat yang dibangun melalui acara haul ini, diharapkan kita semua dapat terus berkomitmen untuk menjalin silaturahmi, memperkuat persaudaraan, dan menyebarkan kasih sayang kepada seluruh umat. Mari kita ambil hikmah dari momen bersejarah ini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.




