Bank Jakarta dan PWI Jaya Tingkatkan Literasi Keuangan Melalui Lomba Karya Jurnalistik

Literasi keuangan adalah salah satu pilar penting dalam membangun masyarakat yang sejahtera. Di tengah kompleksitas dunia keuangan saat ini, pemahaman yang baik tentang produk dan layanan keuangan sangat dibutuhkan. Dalam upaya meningkatkan literasi keuangan di masyarakat, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya berkolaborasi dengan Bank Jakarta untuk memperkenalkan kategori khusus dalam Lomba Karya Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin (MHT). Inisiatif ini bertujuan untuk tidak hanya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai layanan keuangan, tetapi juga mendorong penciptaan karya jurnalistik yang berkualitas dan edukatif.
Sinergi antara Media dan Industri Perbankan
Kategori khusus literasi keuangan yang diluncurkan oleh PWI Jaya merupakan langkah strategis untuk menjembatani hubungan antara dunia pers dan sektor perbankan. Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, menjelaskan bahwa kehadiran kategori ini mencerminkan sinergi yang positif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
Media memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan informasi yang akurat dan bermanfaat. Mereka berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan informasi penting mengenai layanan keuangan. Kesit Budi Handoyo menekankan bahwa media dapat menyajikan berita yang edukatif dan membantu masyarakat memahami bagaimana sektor perbankan berkontribusi pada pembangunan ekonomi.
Harapan dari Kategori Khusus Literasi Keuangan
Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan pada Rabu (10/8/2026), Kesit menyatakan harapannya agar para jurnalis yang berpartisipasi dalam kategori khusus ini dapat menghasilkan karya yang tidak hanya unggul dalam aspek jurnalistik, tetapi juga mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kontribusi sektor perbankan terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Kompetisi ini diharapkan menjadi ruang kreatif bagi jurnalis untuk mengeksplorasi inovasi dan kontribusi dari Bank Jakarta. Dari transformasi digital yang sedang berlangsung hingga layanan perbankan modern, program pemberdayaan masyarakat, serta dukungan terhadap UMKM, berbagai tema ini diharapkan dapat diangkat dalam karya jurnalistik yang dihasilkan.
Peran Vital Media dalam Meningkatkan Kesadaran Keuangan
Direktur Utama Bank Jakarta juga menyambut baik inisiatif kolaboratif ini. Ia menjelaskan bahwa media memegang peranan penting dalam membangun kesadaran masyarakat tentang layanan keuangan yang aman dan mudah diakses. Melalui kompetisi ini, diharapkan muncul karya-karya yang dapat menggambarkan inovasi dan kontribusi Bank Jakarta secara objektif.
Ia menekankan pentingnya peran media dalam membangun pemahaman publik mengenai layanan keuangan yang inklusif. Dengan adanya kategori khusus ini, diharapkan akan ada lebih banyak karya jurnalistik yang informatif dan mampu memberikan dampak positif terhadap literasi keuangan masyarakat.
Memicu Karya Jurnalistik yang Inspiratif
Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta juga menambahkan bahwa kategori khusus ini diharapkan dapat memicu lahirnya karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif. Melalui karya yang akurat dan berimbang, semangat edukasi yang diusung diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan literasi keuangan di masyarakat.
Peluang Berkompetisi untuk Wartawan
Kategori Khusus Literasi Keuangan Bank Jakarta dibuka untuk seluruh wartawan media massa di Indonesia. Peserta dapat berkompetisi dalam tiga kategori, yakni Berita Feature, Artikel Opini, dan Foto Feature. Setiap karya yang diajukan wajib mencantumkan kata kunci “Bank Jakarta” dan dapat memanfaatkan berbagai sumber informasi resmi yang disediakan oleh Bank Jakarta.
Panitia lomba menetapkan tiga tema utama yang bisa dipilih peserta: Penguatan UMKM, Digitalisasi Perbankan Jakarta, dan Ekosistem Keuangan Perbankan. Dengan demikian, jurnalis diharapkan dapat menggali lebih dalam dan menyoroti berbagai aspek penting dalam dunia perbankan dan keuangan.
Proses Seleksi dan Penjurian yang Ketat
Batas akhir pengiriman karya ditetapkan pada 31 Juli 2026. Dalam tahap seleksi awal, dewan juri akan memilih lima karya terbaik dari masing-masing kategori untuk melanjutkan ke tahap penilaian akhir. Penjurian akan dilakukan secara ketat, dengan mempertimbangkan sejumlah indikator yang telah ditetapkan.
- Kategori Berita Feature: Kedalaman liputan, kekuatan human interest, relevansi tema, kualitas penulisan, akurasi data, dan orisinalitas karya.
- Kategori Artikel Opini: Kekuatan argumentasi, penggunaan data dan referensi, kedalaman analisis, relevansi tema, serta kebaruan gagasan.
- Kategori Foto Feature: Kemampuan visual dalam bercerita, nilai jurnalistik, relevansi tema, kualitas teknis dan komposisi foto, serta kekuatan caption.
Apresiasi bagi Karya Terbaik
Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi para jurnalis, panitia menyediakan trofi, piagam penghargaan, dan hadiah uang tunai sebesar Rp15 juta bagi juara pertama di setiap kategori. Selain itu, dua nominee terbaik di setiap kategori juga akan menerima piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp5 juta.
Melalui kategori khusus ini, Bank Jakarta berharap dapat meningkatkan literasi masyarakat mengenai produk dan layanan perbankan. Selain itu, diharapkan reputasi Bank Jakarta sebagai bank pembangunan daerah yang modern dan inovatif dapat semakin diperkuat, serta memperluas eksposur positif melalui berbagai publikasi media massa.
Harapan untuk Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat
PWI Jaya dan Bank Jakarta berharap bahwa kolaborasi ini akan menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun ekosistem informasi yang sehat. Dengan meningkatkan kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan, diharapkan sinergi antara media, masyarakat, dan dunia perbankan dapat diperkuat, terutama di tengah percepatan transformasi digital saat ini.
Dengan inisiatif ini, diharapkan literasi keuangan masyarakat akan meningkat, sehingga mereka dapat lebih memahami dan memanfaatkan layanan keuangan yang tersedia. Hal ini tentunya akan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
